4 Sep 2012

Berdiskusi lewat Disqus


Beberapa hari lalu, seiring dengan perilaku absurd saya yang menghapus semua postingan, saya juga memasang fitur Disqus di blog ini. Ya, meskipun blognya masih sepi dan minim komen, tidak ada salahnya saya pikir untuk memanfaatkan fasilitas komen satu ini.

Sebentar, Disqus itu makanan apaan?

Bukan makanan. Disqus adalah layanan diskusi dan komentar online. Dengan Disqus kolom komentar Blogger yang menjemukan bisa diubah menjadi lebih bersahabat dan interaktif. Selain di Blogger, Disqus juga bisa diterapkan di WordPress (berbayar), Tumblr, Drupal, dan situs lainnya yang mendukung HTML/JS. Banyak situs top ikut menggunakan layanan ini, seperti CNN, Time, IGN, Rolling Stone, dan The Oatmeal. Dengan kata lain, blog saya setidaknya sudah selevel dengan situs-situs top tersebut :)).


Proses pemasangannya lumayan simpel, cukup daftar dan integrasikan blog dengan Disqus, dan utak-atik widget sedikit. Silakan cek tulisan ini untuk tatacara pemasangannya. Yang agak ribet mungkin saat pengaturan untuk versi mobile, tapi setelah membaca blog ini, berhasil juga.

Dengan Disqus, komentar jadi punya nilai lebih. Antara lain, bisa dikasih rating, di-share ke situs jejaring sosial, atau dilaporkan kalau mencemarkan nama baik atau melakukan perbuatan tidak menyenangkan. Kita bisa juga mengunggah foto di komentar kita, bahkan cukup diseret-lepas saja, foto sudah ter-upload. Komentar juga bisa disusun sendiri oleh pengunjung, mau lihat yang paling baru, paling lama, atau yang paling populer.

Yang paling memudahkan memang fasilitas momod-nya. Tinggal masuk ke laman moderate-nya, semua komentar yang masuk bisa kita kelola sekaligus. Kita bisa kasih rating, reply komen, dan hapus-hapus kalau komennya spam atau terlalu menohok ego, semua lewat satu halaman.

Oh iya, komen-komen lama di blog juga, sebenarnya bisa diimpor ke Disqus. Akan tetapi, berhubung semua komentar lama telah menghilang seiring dihapusnya semua postingan, jadi, yah... *mohon maaf yaa untuk semua komentator...*

Kesimpulannya, meskipun sepertinya loading blognya jadi melambat, dan fitur nested-thread itu saya kurang suka, fasilitas ini sepertinya akan bermanfaat dan memudahkan bagi diskusi. Sekarang mungkin saatnya mencari topik yang kontroversial supaya banyak yang bertengkar dan perang komentar di sini, ho ho ho...

Kredit foto: freedigitalphotos.net